Bet365_Baccarat Pot_American Casino_Know the rules of Texas Hold'em

  • 时间:
  • 浏览:0

Dari Baccarat Baccarat gamegamepeBaccarat gamengalaman Damas yang bisa kita petik ada banyak hal. Mengesampingkan ego dan tidak termakan oleh prestige gelar sekolah di luar negeri bisa diwujudkankepada hal yang lebih positif. Karena #BaikItuNyata memang benar adanya, dan kamu pun yang punya kebaikan lainnya bisa menyebarluaskan dan mengajak oranglain untuk ambil bagian di sana.

Kesukaannya di dunia visual art sudah terlihat sejak Damas duduk di sekolah dasar. Berawal dari iseng membuat komik untuk menghibur teman sekelasnya, coba-cobanya ini ternyata membuatnya makin jatuh cinta dengan dunia ini.

Spidol dan kertas adalah temannya yang paling setia menemaninya saat dia harus beberapa kali merasakan pengalaman pindah sekolah. Damas ikut Ayahnya yang saat itu sedang menyelesaikan studi S3 di Melborne, Australia. Dia sempat 3 kali pindah sekolah saat itu, yaitu ke Moreland College Primary School, lalu Errol St. Primary School dan ke St. Michael’s Primary School. Tapi tetap, kesukaannya dalam menggambar tetap jadi hal yang menyenangkan untuknya.

Bersama Minute Maid Pulpy Orange, yuk sebarkan kebaikan menurut versimu yang ingin sebarkan dan bagikan ke orang lain. Dari hal sesederhana mengajak orang untuk lebih peduli dengan memungut sampah yang berserakan di sekitarmu misalnya. Atau hal-hal baik dan besar lainnya. Tentang ajakan membuat karya sebanyak-banyaknya bersama anak-anak SMK Raden Umar Said dan terus belajar dan mengembangkan diri adalah kebaikan dari Damas. So, let’s create and create! Yuk create hal baik lainnya!

If you have a chance to accomplish something that will make things better for people coming behind you, and you don’t do that, you are wasting your time on this earth.

Damas yang dulunya malu-malu, sejak saat itu berubah menjadi lebih pemberani. Banyak hal positif yang dia salurkan untuk hal-hal yang menyenangkan dan positif. Saat duduk di bangku SMA, dia mengisi waktu luangnya untuk ikut softball, melukis, dan ikut banyak organisasi. Dari sinilah dia bisa mendapat kesempatan dua kali pertukaran studi di Australia dan Korea. Wah, luar biasa!

Nggak berhenti di situ, cita-citanya untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri akhirnya bisa terwujud lagi. Keinginan untuk menggabungkan di seni visual dan ilmunya di IT, dia melanjutkan program di Masters of Creative Technology di University of Bristol, UK untuk mencoba salah satu jalan penyatunya, yaitu animasi. Keraguannya tentang dunia IT dan kesukaannya dalam dunia menggambar itu nggak bisa disatukan, dipatahkan dan makin memotivasinya untuk berinovasi di masa depan dengan anak muda yang nggak kalah semangat.

Berkarya itu tidak mengenal gelar dan usia. Asalkan ada salah orang yang punya cukup pengalaman  dan adanya keinginan untuk berkembang bersama-sama, hal sesederhana ini bisa menjadi sebuah kebaikan yang layak untuk disebarluaskan. Karena kebaikan tak melulu diwujudkan dengan uang yang disumbangkan, tapi tentang bagaimana kita bisa menajdi berguna untuk orang lain.

Dia mencari pelampiasan dengan belajar filmmaking dan motion graphic yang membuatnya bertemu beberapa teman kampusnya untuk memulai sebuah studio game development bernama Amagine Interactive di tahun 2012. Karena Damas dan teman-temannya yakin, walau game masih menjadi hal baru di industri Indonesia tapi punya potensi yang bisa dikembangkan oleh anak Indonesia.

Passion dan semangat untuk berkarya ini secara tidak langsung menyebarkan kebaikan yang bisa menginspirasi anak muda lainnya yang masih banyak ngeluh daripada usahanya. Damas dan ceritanya ini akan membuatmu tersadar bahwa #BaikItuNyata adanya memang. Simak, yuk! Semoga bisa menjadi cambuk semangatmu untuk berbuat baik, ya!