Baccarat Cash Network_bet365 download_Baccarat Tie

  • 时间:
  • 浏览:0

“Pa, Ma, aku laBaccarat bettinBaccarat betting methodg methodhir dari mana, Baccarat betting methodya? Kan katanya aku dari perut Mama, terus keluarnya lewat mana?”

“Bunda, kenapa harus pakai masker?” tanya seorang anak kecil. Ketika diBaccarat betting methodjawab, “Ada virus dan kuman.” Dengan lihainya si anak menimpali, “Nggak ada, mana nggak kelihatan bun?”

Anak yang penuh rasa ingin tahu dan sering bertanya | Photo by Piyapong Saydaung on Pixabay

Sebagai orang dewasa yang sudah bisa berpikir logis, kamu harus mampu bersikap ketika menjawab pertanyaan anak kecil. Beberapa trik ini, bisa kamu pakai. Yuk, langsung cek aja!. Cus~

Setiap anak akan melontarkan pertanyaan-pertanyaan ajaibnya. Tidak ada pertanyaan pasti dan sama. Namun, semua pertanyaan anak kecil punya kekhasan tersendiri, yakni selalu di luar dugaan, kritis, dan bikin orang dewasa berpikir. Berikut ini contoh pertanyaan dari anak kecil yang sukses bikin kamu geleng-geleng:

Jika ujian kehidupan menempati urutan pertama dalam daftar tes paling sulit, maka peringkat kedua adalah pertanyaan-pertanyaan dari anak kecil. Saking sulitnya sampai ada orang yang berpikir kalau lebih baik menjawab soal tes CPNS saja. Walaupun sebenarnya ia belum tentu bisa menjawab juga. Tapi, soal-soal dalam tes CPNS dapat ditemukan jawabannya melalui buku pelajaran secara pasti. Sementara, jawaban dari pertanyaan anak kecil hampir semuanya tidak dimuat dalam buku pelajaran.

Deretan pertanyaan itu cuma sebagian kecil contoh aja, masih banyak pertanyaan lain. Tapi, pertanyaan-pertanyaan itu udah bikin pusing sampai tujuh keliling. Kalau anak baru menanyakan satu pertanyaan aneh dan sulit, tenang saja, masih ada lebih dari 39 ribu pertanyaan lainnya. Pasalnya, menurut psikolog anak Paul Harris, anak-anak akan melontarkan sekitar 40 ribu pertanyaan saat menginjak usia 2-5 tahun. Rata-rata pertanyaan seputar lingkungannya. Jadi, siapkan dirimu, bunda~

Pernahkah kamu mendapatkan pertanyaan dari anak kecil yang super nyeleneh dan otomatis bikin mikir? Rasa ingin tahu yang besar mendorongnya untuk bertanya banyak hal yang jarang dipikirkan oleh orang dewasa. Dengan kepolosannya, anak kecil bisa saja menanyakan hal sederhana, tapi belum tentu orang dewasa bisa menjawabnya.

Kira-kira kenapa anak kecil suka banget menanyakan hal-hal tak terduga? Ini dia jawabannya!

Bayangkan ketika keponakanmu tiba-tiba bertanya tentang tuhan pada suatu sore. Ponakan yang masih berumur 4 tahun itu membuat si tante pusing bukan main. Sore yang teduh dan tenang jadi ambyar hanya karena satu pertanyaan yang simpel. Namun, jawabannya tidak semudah mengatakan kalau cireng itu terbuat dari aci yang digoreng kan?

“Kenapa negara ulang tahun?” tanya anak yang lain. Hayo, gimana kamu menjawabnya kalau dapat pertanyaan ini?

Makin bikin pusing lagi, cara menjawab pertanyaan dari anak kecil. Lantaran anak kecil masih terbilang lugu dan belum mampu berpikir secara logis, orang dewasa harus cerdik menyusun penjelasan. Supaya anak kecil tidak kebingungan. Namun, menjelaskan sesuatu pada anak kecil juga bukan perkara gampang. Bahkan bisa jadi sangat challenging. Kalau tak pintar menyiasati, kamu malah kewalahan sendiri dan akhirnya kamu pengin jadi umbi-umbian saja.

Pertanyaan-pertanyaan aneh dari anak kecil | Illustration by Hipwee

Kunci utama menjawab pertanyaan anak adalah kesabaran. Kamu harus punya kesabaran yang cukup tinggi untuk menghadapi pertanyaan anak. Sehingga kamu nggak sampai emosi. Soalnya, tak bisa dimungkiri juga, menjawab pertanyaan anak yang aneh dan sulit lumayan menguras tenaga dan pikiran. Apalagi kalau anak bertanya terus.

“Tuhan itu apa, ya?”

Kalau anak sedang hobi bertanya, jangan sebal dulu, ya. Misal pun keponakan atau sepupu yang masih kecil bertanya banyak hal, hadapi dengan sabar. Anak kecil terutama di usia 2-5 tahun sedang mengalami proses perkembangan, apalagi di bagian kemampuan kognitifnya. Karena haus akan pengetahuan dan rasa ingin tahunya yang kian tumbuh, anak akan terus bertanya. Jadi, ia bukan bertanya untuk menganggu atau cari perhatian. Pertanyaannya murni karena keingintahuannya.

Karena anak usia 2-5 tahun masih belum bisa berpikir logis, jawaban yang sederhana dan jelas sangat dibutuhkan. Jangan sampai kamu menjelaskan sesuatu dengan kata yang rumit dan kalimat berbelit. Bisa-bisa anak malah makin bingung. Nah, masalahnya menjawab pertanyaan anak dengan singkat dan simpel itu nggak mudah. Apalagi kemampuan kognitif anak dan orang dewasa berbeda. Orang dewasa harus bisa menyederhanakan penjelasannya agar anak paham.

Kamu juga bisa membaca artikel yang dipersonalisasikan berdasarkan minat kamu,

mengikuti penulis favorit, dan topik yang paling disukai.

Selain pertanyaan tentang tuhan yang kerap dilontarkan, anak kecil juga senang menanyakan soal proses kelahirannya. Kamu pasti pernah mendengar anak kecil bertanya pada bapak dan ibunya seperti ini. Dijamin kamu pasti berpikir sampai pening.

Masa-masa ‘ceriwis’ anak seperti ini nggak akan berlangsung selamanya kok. Setelah usia lebih dari 5 tahun, anak akan mengalami masa perkembangan selanjutnya. Temani dan hadapi dengan sabar setiap perkembangannya. Ketika anak memang sedang aktif mencari tahu, bersiaplah kalau ia jadi suka sekali bertanya. Selama kamu bisa menghadapinya dengan tepat, pertanyaan-pertanyaan anak yang sulit dan aneh bisa diatasi dengan seru dan menyenangkan. Bahkan tak sedikit mengundang tawa karena pertanyaannya sangat nyeleneh.

Harap beli akses artikel ini atau berlangganan   untuk melanjutkan

Di fase perkembangan ini, anak lebih sering bertanya “kenapa”. Tak perlu heran kalau anak kerap menanyakannya. Ia sedang mengalami proses berpikir  dan menghubungkan semua informasi yang didapatkannya. Makanya, ia bisa saja mengutarakan pertanyaan “kenapa sih nasi warnanya putih?” secara mendadak ketika ia sedang makan. Kemampuan kognitifnya sedang bekerja dan bereaksi terhadap apa yang dilihatnya. Setelah itu pertanyaan anak biasanya akan merembet ke topik-topik lain yang masih berkaitan. Sehingga ia melemparkan pertanyaan “kenapa kita makan nasi?” atau “kenapa aku nggak boleh makan roti?”

“Ibu, setan makan apa?” seorang anak bertanya pada ibunya. Sang ibu langsung bingung dan gagap menjelaskan.